Newton Institutional Links adalah bagian dari Newton Fund. Dana ini adalah bagian dari program Bantuan Pembangunan Pemerintah (Official Development Assistance) Inggris.

Newton Institutional Links menyediakan dana pembangunan untuk mendukung kolaborasi riset dan inovasi antara Inggris dan Indonesia. Riset - riset yang difasilitasi oleh dana newton bertujuan  untuk mengatasi tantangan dan kebutuhan pembangunan Indonesia, misalnya, kondisi cuaca ekstrim, peningkatan akses ke fasilitas medis yang terjangkau, kepanganan dan ketahanan energi.

Dana ini menyediakan modal awal di skala kecil untuk: 

  • Memulai dan mengembangkan kolaborasi antara kelompok akademik, departemen dan institusi di Indonesia dan Inggris
  • Dukungan untuk pertukaran kepakaran dan ilmu riset
  • Membangun pusat - pusat kepakaran atau inovasi untuk kegiatan kemitraan Inggris - Indonesia 

Call for Application 2019/20

Item Deskripsi
Mitra Penyandang Dana Indonesia
  • Direktorat Riset dan Pengembangan - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti)
  • Program Kerjasama Luar Negeri (KLN)
Area Prioritas Tematik
  • Pangan dan pertanian
  • Integrasi Fokus Riset Energi - Energi Baru dan Terbarukan
  • Kesehatan - Obat-obatan
  • Transportasi
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Material Maju
  • Kemaritiman
  • Kebencanaan
  • Sosial Humaniora - Seni Budaya - Pendidikan

* Sub-topik prioritas dapat dilihat di bagian bawah.

Durasi Hibah

24  bulan

Jumlah Hibah

Newton Fund (Pihak Inggris) : Minimum GBP 50,000 dan Maximum GBP 80,000 dari Newton Fund

Ristekdikti (Pihak Indonesia) : Minimum IDR 190,000,000 dan Maximum IDR 650,000,000 (sekitar GBP 10,000 hingga GBP 35,000 - akan dinilai berdasarkan topik dan output riset)

Mohon dicatat bahwa Ristekdikti menyediakan dana dalam Rupiah. 

Pengajuan Aplikasi

Satu aplikasi per kemitraan Indonesia - Inggris, aplikasi online melalui sistem UK (Newton Fund)

Pengaturan Kontrak

Newton Fund mendanai Institusi Inggris dan Ristekdikti mendanai Institusi Inggris

Pertimbangan Lainnya

Kriteria untuk Principal Investigator Inggris sama dengan Panduan Umum Newton Fund. 

Kriteria khusus untuk Principal Investigator Indonesia:
  • Principal Investigator Indonesia harus terdaftar dalam SIMLITABNAS (Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
  • Bekerja di Universitas yang terdaftar di Ristekdikti
  • Untuk persyaratan lainnya, silakan merujuk pada Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat edisi xii Tahun 2018) halaman 22 melalui http://bit.ly/panduansimlitabnas2018 di bawah seksi Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan.

Untuk Penelitian Dasar

  • ID PI harus memiliki gelar PhD dan sekurang-kurangnya memiliki posisi sebagai asisten ahli atau lebih.  
  • ID PI telah mempublikasikan setidaknya dua jurnal di database terindeks yang memiliki reputasi dan/atau jurnal nasional yang terakreditasi sebagai penulis pertama atau corresponding author
  • Tim riset terdiri dari 1-2 orang 

Untuk Penelitian Terapan

  • ID PI harus memiliki gelar PhD dan sekurang-kurangnya memiliki posisi sebagai asisten ahli atau lebih.  

Pada pelaksanaan monitoring, selain melengkapi laporan pada ResearchFish,  Principal Investigator Indonesia harus memasukan laporan naratif dan keuangan ke Ristekdikti

CARA MENDAFTAR

CARI MITRA DARI INGGRIS

BACA PANDUAN DENGAN TELITI

ISI APLIKASI DENGAN LENGKAP

  • Lengkapi aplikasi secara online  

PENGUMUMAN

  • British Council akan menghubungi bagi mereka yang aplikasinya disetujui.

JADWAL

  • 3 Juni 2019 - Aplikasi dibuka
  • 9 Agustus 2019 - Aplikasi ditutup
  • 12-19 Agustus 2019 - Peninjauan kelayakan
  • 4-11 November 2019 - Peninjauan kualitas
  • 25 November s.d 2 Desember 2019 - Joint Panel Indonesia - Inggris
  • 9 Desember 2019 - Pengumuman
  • Januari s.d Maret 2020 - Pembayaran pertama

TOPIK PRIORITAS DAN SUB-TOPIK

Pangan dan pertanian

  • Teknologi pemuliaan bibit tanaman, ternak, dan ikan
  • Teknologi budidaya dan pemanfaatan lahan sub- optimal
  • Pengembangan sumber daya manusia pertanian
  • Teknologi pascapanen dan rekayasa teknologi pengolahan pangan
  • Teknologi ketahanan dan kemandirian pangan

Integrasi Fokus Riset Energi - Energi Baru dan Terbarukan

  • Teknologi substitusi bahan bakar
  • Kemandirian teknologi pembangkit listrik
  • Teknologi konservasi energi
  • Teknologi ketahanan, diversifikasi energi dan penguatan komunitas sosial

Kesehatan - Obat-obatan

  • Teknologi produk biofarmasetika
  • Teknologi alat kesehatan dan diagnostik
  • Teknologi kemandirian bahan baku obat
  • Pengembangan dan penguatan sistem kelembagaan, kebijakan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kemandirian obat

Transportasi

  • Teknologi dan manajemen keselamatan transportasi
  • Teknologi penguatan industri transportasi nasional
  • Teknologi infrastruktur dan pendukung sistem transportasi
  • Kajian kebijakan, sosial dan ekonomi transportasi
  • Intelligent transportation system

Teknologi Informasi dan Komunikasi

  • Pengembangan Infrastruktur TIK
  • Pengembangan sistem/platform berbasis Open Source
  • Teknologi untuk Peningkatan Konten TIK
  • Teknologi piranti tik dan pendukung TIK
  • Pengembangan sistem berbasis
  • Kecerdasan buatan

Material Maju

  • Teknologi pengolahan mineral strategis berbahan baku lokal
  • Teknologi pengembangan material fungsional
  • Teknologi eksplorasi potensi material baru
  • Teknologi karakterisasi material dan dukungan
  • industri

Kemaritiman

  • Teknologi kedaulatan daerah 3T (terdepan, terpencil, terbelakang)
  • Teknologi konservasi lingkungan maritim
  • Teknologi penguatan infrastruktur maritim
  • Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi perempuan dan inklusi sosial dalam lingkungan kemaritiman.

Kebencanaan

  • Teknologi dan manajemen bencana geologi
  • Teknologi dan manajemen bencana hidrometeorologi
  • Teknologi dan manajemen bencana kebakaran lahan dan hutan
  • Teknologi dan manajemen bencana alam: gempa bumi, tsunami, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan (kemarau), gunung meletus.
  • Mitigasi, perubahan iklim dan tata ekosistem
  • Teknologi dan manajemen lingkungan
  • Bencana kegagalan teknologi
  • Bencana sosial
  • Mitigasi berkelanjutan terhadap bencana alam

Sosial Humaniora - Seni Budaya - Pendidikan

  • Pembangunan dan penguatan sosial budaya
  • Sustainable mobility
  • Penguatan modal sosial
  • Ekonomi dan sumber daya manusia
  • Pengarusutamaan gender dalam pembangunan
  • Seni, identitas, kebudayaan, dan karakter bangsa
  • Seni
  • Pendidikan

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)

Berapa banyak panggilan Institutional Links yang dibuka dalam setahun?

Newton Institutional Links adalah panggilan tahunan yang dibuka bulan April atau Juni setiap tahun, silakan kunjungi situs web kami di https://www.britishcouncil.id/program/pendidikan/newton-fund  untuk mendapatkan informasi terbaru tentang panggilan dan peluang lainnya.

Apakah persyaratan untuk menjadi ketua pengusul?

Untuk ketua pengusul Inggris silakan lihat di panduan Newton Fund poin 5 untuk persyaratan individu dan lembaga

  • Kedua Ketua Pengusul harus Peneliti Terkemuka atau Peneliti yang berpengalaman dibidangnya
  • Ketua Pengusul harus merupakan karyawan tetap dari salah satu dari institusi di bawah (Professor yang sudah pensiun dan Doktor kehormatan tidak dapat melamar sebagai ketua pengusul), yaitu:  
  1. Lembaga pendidikan tinggi nirlaba dengan kapasitas untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi, kecuali ditentukan lain dalam Lampiran 1
  2. Lembaga pendidikan tinggi di Inggris (semua institusi pendidikan tinggi di Inggris memenuhi syarat)
  3. Organisasi penelitian nirlaba dengan kapasitas untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi. Sebagai contoh Catapult Center (untuk kasus Pemohon Utama Inggris) 

Untuk ketua pengusul Indonesia silahkan lihat di Panduan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat edisi XII. untuk persyaratan individu dan lembaga.

Perlu diingat hanya ketua pengusul yang bekerja di Universitas-universitas di Indonesia yang berada dibawah Ristekdikti yang memenuhi syarat untuk mengikuti panggilan ini. 

Apakah saya memerlukan mitra dari institusi UK untuk mendaftar ke Newton Fund?

Ya, Newton Fund membutuhkan 1 Ketua Pengusul dari Inggris dan 1 Ketua Pengusul dari Indonesia untuk mengajukan 1 aplikasi bersama

Jika saya tidak memiliki mitra UK, apakah Newton Fund menyediakan fasilitas pendukung?

Pilihan fasilitas untuk menemukan mitra UK tersedia  pada seksi ‘Cara Pendaftaran’ pada link ini. Jika anda sudah memiliki kerjasama dengan mitra UK yang memenuhi syarat, anda dipersilahkan melanjutkan aplikasi anda.

Apakah Memorandum of Understanding (MoU) antara 2 lembaga (Inggris-Indonesia) diperlukan?

Setelah mengajukan aplikasi, kami meminta pelamar untuk menyerahkan dokumen yang menyatakan persetujuan 2 pihak untuk melakukan kolaborasi penelitian. Ini dilakukan melalui Letter of Intent atau MoU, jika ada.

Jika saya sudah menerima dana dari institusi di luar Inggris untuk penelitian saya, apakah saya masih berhak mendapatkan dana tambahan dari Newton Fund Institutional Links?

Ya, Anda masih memenuhi syarat. kami mendorong kemitraan multilateral meskipun dalam kasus Newton Fund, kami membutuhkan 2 pengusul utama: Inggris dan Indonesia

Dapatkah pengusul mengajukan beberapa aplikasi untuk pendanaan dengan mitra UK atau Indonesia yang berbeda?

Tidak. Ketua pengusul hanya dapat mengajukan satu aplikasi untuk setiap panggilan Institutional Links. Namun setiap departemen dalam satu lembaga dapat membuat beberapa aplikasi untuk setiap panggilan asalkan kegiatan yang diusulkan berbeda.

Bagaimana sistem submisi aplikasi untuk NF Institutional Links-KLN?

Aplikasi akan melalui satu pintu saja. Semua pengusul harus melengkapi aplikasi mereka melalui portal British Council Newton Fund. Anda tidak perlu mendaftar ke SIMLITABNAS atau saluran ristekdikti apa pun untuk panggilan ini.

Siapa yang mengirimkan aplikasi online?

UK Private Investigator

Di mana saya dapat menemukan informasi lengkap mengenai Panggilan Links Institusional Newton?

Semua informasi tersedia dalam panduan Newton Institutional Links. Namun jika anda masih memerlukan informasi lebih lanjut, silakan mengajukan pertanyaan anda ke newtonfund.indonesia@britishcouncil.or.id