Candoco Dance Company, Face In ©

Fotografi oleh Hugo Glendinning

Date
Jumat 12 Oktober 2018 to Minggu 14 Oktober 2018

Terinsipirasi oleh kunjungan ke Festival Unlimited di Inggris, Festival Bebas Batas adalah festival pertama di Indonesia yang merayakan karya seni luar biasa dari para penyandang disabilitas. 

Terdiri dari seni rupa dan musik, teater dan tari, film, diskusi dan workshop, serta intervensi publik yang kreatif, Festival Bebas Batas menjelma wadah kreatif bagi penyandang disabilitas dan juga peluang untuk mengubah perspektif publik.

Pada kali pertamanya, festival ini bekerja erat dengan mitra internasional, termasuk tujuh seniman dan kelompok seni dari Inggris.

12 October 2018, 7pm - Festival Opening with Candoco (UK)

13 - 14 October 2018, 2.30-10pm - Festival Bebas Batas Showcase Weekend: Theatre, Dance, Music, and more at Galeri Nasional Indonesia: featuring Sofar Sounds Jakarta

14 October 2018, 7-10am - Festival Bebas Batas at Car Free Day on Jl. M.H. Thamrin

12 - 29 October 2018 - Festival Bebas Batas continues with exhibition, installations, film screenings, and talks

Candoco (UK) x Ballet.ID (ID) x Candodance (ID)

12-14 Oktober 2018, di Galeri Nasional

Salah satu organisasi tari terbaik dunia: Candoco telah menghasilkan karya kelas dunia yang melibatkan penari disabilitas dan non-disabilitas selama lebih dari 25 tahun.

Untuk pertama kalinya seluruh anggota organisasi ini akan tampil di Indonesia, serta berkolaborasi dengan penari disabilitas dan non-disabilitas dari Indonesia untuk menciptakan karya baru khusus untuk Festival Bebas Batas, dilakukan langsung bersama pianis legendaris Ananda Sukarlan.

Candoco (UK) presents: 

Face In by Yasmeen Godder (UK) 

Sebuah syair yang sensual dan menggelisahkan soal keintiman dan imajinasi, diekspresikan melalui citraan yang berkelindan dengan koreografi tari yang berani dan lepas, diiringi musik urban-indie.

You and I Know by Arlene Phillips (UK)

Sebuah duet romantis yang dikisahkan melalui rangkaian sketsa lintas waktu, sebuah eksplorasi akan bagaimana kita terjerat dan terlepas dari cinta, lagi dan lagi.

The Fish Police (UK)

13 Oktober 2018, di Galeri Nasional

Dengan mengombinasikan musik pop surealis yang upbeat dengan ketukan-ketukan janggal, The Fish Police telah menciptakan perpaduan unik Electronic Afro Punk yang musiknya sangat dipengaruhi oleh pentolan sekaligus gitaris utama mereka yang menyandang autisme.

Barbara Lisicki (UK) X Teater Tujuh (ID)

13-14 Oktober 2018 di Galeri Nasional

Barbara Lisicki (UK) adalah seorang pentolan seni disabilitas di Inggris - seorang aktivis dan komedian. Ia akan berkolaborasi dengan Teater Tujuh (ID), kolektif teater tuli pertama di Jakarta, untuk merancang sebuah pertunjukan teater yang mutakhir.

Co-commissioned by DaDaFest

Aaron Williamson (UK) X Jakarta Barrier Free Tourism (ID)

14 Oktober 2018, di Car Free Day

Aaron Williamson (UK) berkolaborasi dengan Jakarta Barrier-Free Tourism untuk menciptakan karya di ruang publik, menyoroti rintangan yang kerap dialami penyandang disabilitas yang sering tak dipahami oleh banyak orang, di dunia yang dirancang untuk semua orang selain para penyandang disabilitas itu sendiri.

Co-commissioned by DaDaFest

Deaf Rave (UK) X PonYourTone (ID)

14 & 21 Oktober 2018, di Galeri Nasional

Deaf Rave (UK) sudah banyak mengadakan pesta rave di Inggris sejak 2003. Mereka akan berkolaborasi dengan PonYourTone, kolektif dance-music terkemuka di Jakarta, untuk membawa 'deaf rave' pertama di Jakarta. Pesta ini dirancang untuk penonton tuli dan mereka yang mengalami kesulitan mendengar - tetapi semua orang bisa datang untuk berpesta bersama. 

Co-commissioned by DaDaFest

Seni dan Disabilitas UK/Indonesia 2016-18 ID