Date
Senin 24 Oktober 2016 to Rabu 26 Oktober 2016
Lokasi
FREE WITH RSVP

Fashion Futures melihat kemungkinan masa depan dunia fesyen melalui diskusi mengenai Sustainable Fashion dan penampilan hasil karya kolaborasi desainer - desainer muda Inggris dan Indonesia.

Senin 24 Okt, 14.30, The Hall, 8th Floor, Senayan City - Sustainable Fashion Forum

Desainer - desainer terkemuka dalam bidang fesyen akan bertemu dengan perwakilan industri fesyen dan pemerintah dalam Sustainable Fashion Forum yang kedua: untuk membongkar beragam tantangan ekonomi, politik dan budaya yang perlu diatasi sehingga dapat mendorong revolusi di bidang mode.

Bebas biaya. Daftarkan minat anda di tautan di atas.

Senin 24 Okt, 17.30, Fashion Tent, Senayan City - Billie Jacobina X Lekat dan Rosella May X SOE Jakarta

Dua desainer asal Inggris, Billie Jacobina dan Rosella May, mempertunjukan hasil kolaborasi mereka dengan desainer Indonesia Fashion Forward, Lekat dan SOE melalui fesyen show dan exibisi pop-up di  Senayan City sebagai bagian dari Jakarta Fashion Week.

Karya kolaborasi mereka merupakan hasil residensi yang mereka lakukan di bulan Agustus 2016. Billie dan Rosella menghabiskan tiga bulan mengunjungi suku Baduy dan Pekalongan untuk mempelajari cara artisan tradisional dalam budaya fesyen Indonesia.

Bebas biaya. Daftarkan minat anda di tautan di atas.

Rabu 26 Okt, 16.30, Fashion Tent, Senayan City - Richard Malone dan fréj

Saksikan salah satu karya terbaik dari kreativitas perancang mode Inggris, Richard Malone, yang memiliki pendekatan yang khas terhadap desain dan dinobatkan oleh BBC sebagai “Best Young Artists under 25 in the UK”. Karya Malone akan ditampilkan bersama fréj, perancang lulusan Central Saint Martins yang berdomisili di Jakarta, dalam peragaan busana perdananya yang akan memamerkan koleksi busana wanita fréj-a-porter.

Bebas biaya. Daftarkan minat anda di tautan diatas.

Tentang Fashion Futures

Kita semua mencintai kreativitas, kita mencintai pakaian baru: kita cinta dunia mode.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pecinta mode—baik perancang ataupun konsumen —yang telah menyadari beberapa efek samping dari kecintaan terhadap mode: dampaknya bagi lingkungan dan bagi orang orang yang membuat pakaian tersebut.

Kini mereka ingin membentuk kembali industri mode, untuk menghargai kreativitas, perniagaan, sumber daya manusia dan lingkungan dengan tolok ukur yang sama. Dan para desainer muda Indonesia dan Inggrislah yang memimpin perubahan untuk industri mode yang lebih baik.

Fashion Futures muncul dari program Indonesia Fashion Forward, yang telah mendukung para desainer dengan kolaborasi antara perancang Inggris dan Indonesia dan mempresentasikan karya-karya tersebut di panggung internasional, seperti London Fashion Week.

Acara UK/ID Festival lain di Jakarta

Tentang para desainer

Rosella May

Rosella May

Fashion Designer

Rosella May adalah seorang desainer yang berfokus kepada gaya yang tidak dimakan zaman yang dia gabungkan dengan sedikit gaya urban. Dia pindah ke Nottingham pada tahun 2011 untuk mengejar karir sebagai desainer kostum. Setelah merubah jurusan mata kuliahnya dia memusatkan perhatiannya kepada menciptakan bahan dan tekstil yang berbeda. Rosella belajar fesyen dan tekstil rajutan. Selama masa kuliahnya dia menghabiskan waktu satu tahun bekerja untuk Stuart Peters di London. 

 

Billie Jacobina

Billie Jacobina Billie Jacobina

Desainer Fesyen, University for the Creative Arts Rochester

Billie Jacobina Cox adalah desainer cetak untuk mode dan aksesori. Karyanya saat ini, C-LYF, terinspirasi dari perjalanan internasional dengan membandingkan pola, motif dan arsitektur dari Maroko dengan dunia mistis bawah-air. Baru-baru ini, Billie mendapatkan penghargaan ‘Ones to Watch’ show di Fashion Scout London Fashion Week SS17

SOE Jakarta SOE Jakarta

Desainer Fesyen, SOE Jakarta

SOE Jakarta terlahir dari kisah cinta antara tekstil hasil tenunan tangan dan senandung pujian untuk gaya yang tak lekang oleh waktu. Koleksi debut Monique Soeriaatmadja menggunakan material yang dikembangkan dari hasil diskusi berjam-jam dengan para penenun dari berbagai tempat di Indonesia, yang telah menciptakan bahan yang indah dari alat tenun tradisional.

LEKAT LEKAT

Desainer Fesyen, LEKAT

LEKAT gemar bergerak melewati waktu — sebagai sebuah ekspresi yang percaya bahwa desain haruslah nampak pra-modern dan pascamodern, bersifat high-tech lewat kejutan-kejutan yang terlahir dari bentuk dan warna dari masa lalu. Gaya mode yang khas dari Amanda Indah Lestari memperlihatkan beragam aspek dari kekayaan budaya Indonesia.

Tag icon
Fesyen
Category icon
UK/Indonesia 2016-18 ID